Nayya menatap Asyaq dengan tatapan bingung, sejak kapan vampir dingin ini menaruh perhatian terhadap anak kecil? Bukankah selama ini ia selalu tidak menyukai anak-anak? Melihat Nayya menatapnya dengan penuh tanda tanya, Asyaq menjadi canggung. “Ma..maksud saya, melihat anak-anak di sini di perlakukan dengan sangat baik, saya merasa salut, bu Nura benar-benar menyukai anak-anak, beliau sangat penyayang dan baik.” Asyaq terpaksa mengarang cerita agar tidak ketahuan. Ia tidak ingin Nayya curiga padanya. Nayya tersenyum, ibunya memang sangat menyayangi anak-anak . Lebih tepatnya adalah sang Ayah yang menyukai anak-anak. “Tuan Asyaq benar, mama memang sangat menyukai anak kecil. Bukan hanya mama, tapi juga papa. Sewaktu hidup, Papa bermimpi untuk membangun panti asuhan untuk setiap anak t

