ENDO “Jadi, apa yang mau Anda bicarakan?” Seorang pria dengan perut buncit menyapa Endo yang baru saja datang di tempat pertemuan mereka. Endo yang datang bersama Lukas hanya tersenyum melihat pria itu duduk bersebelahan dengan asistennya yang sangat seksi. Bahkan Endo bisa menduga kalau asistennya itu sebenarnya kekasih gelap pria di depannya ini. Sebelum duduk, Endo mengulurkan tangannya demi menyapa dan sekedar berbasa-basi dengan pria itu. “Pak Burhan, terimakasih sudah mau memenuhi pertemuan ini,” ujar Endo sembari menjabat tangannya kemudian duduk di depan pria itu. Burhan terkekeh mendengar sapaan Endo. “Apa yang Anda inginkan, Mr Endo? Sepertinya masalah yang sangat penting, mengingat asisten anda sudah membuat janji dengan saya sekitar 2 minggu yang lalu. Kenapa kita tida

