ENDO “Aku jemput dia sekarang!” Endo menjawab Diva dengan gusar, tapi kemudian yang terjadi dia semakin kecewa. Dengan kasar dia menutup ponselnya dan menjatuhkan tubuhnya ke sofa. Diambilnya kembali rokok dari saku kemejanya dan menyulutnya untuk yang kesekian kali. Tapi sebanyak apapun dia menghisap semua rokok itu, rasa kalut di hatinya masih terus ada dan semakin membesar setiap waktunya. Dia mengingat lagi semua kejadian tadi siang dan kembali merasa gusar ketika teringat akan sosok pria yang mengejar Rima. Pria itu sudah membuangnya bahkan menyakitinya, kenapa Rima masih terus bersedia menemuinya. Kenapa dia tidak ingin bersamanya dan lebih memilih Diva? Sekali lagi Endo menyesali dirinya yang tidak langsung berlari mengejar Rima. “Sori Sof, tapi aku nggak balik kantor!” ing

