"Gimana perasaanmu setelah kejadian mahasiswi semalam?" tanya Daniyal saat dia telah melajukan mobil meninggalkan kosanku. Laki-laki satu ini ya, dia tidak pernah kehabisan topik pembicaraan. Bukan cerewet tapi ada saja yang bisa dia jadikan bahan obrolan. "Jangan bahas soal itu dulu. Kalau perlu jangan pernah membahasnya sampai kapanpun. Anggap saja aku terutama kamu nggak pernah terlibat di dalam persoalan itu," jawabku. "Apa kamu merasa lebih baik dengan nggak membahasnya sama sekali?" Aku mengangguk. Sejujurnya bingung. Namun untuk sementara begini lebih baik. Yang saat ini harus aku persiapkan menghadapi hari dimana ketika rumor percobaan bunuh diri Joana beredar luas sampai ke telinga rektor dan aku terlibat di dalamnya. "Ya sudah kalau kamu merasa lebih dengan cara seperti itu.

