Perfect-U

1845 Words

Pagi-pagi aku dan Tita mulai sibuk mempersiapkan barang bawaan selama perjalanan kami. Tita antusias banget menghadapi perjalanan kami. Dia juga terburu-buru merasa dikejar waktu dan takut ketinggalan kereta. Dia tidak tahu saja kalau perjalanan kami ke Bromo tidak jadi naik kereta, tapi naik mobilnya Daniyal. "Barang kamu mau dibawa semua?" tanyaku heran saat melihat Tita menyeret travel bag besarnya ke dekat pintu kamar. Tita bersungut lalu tertawa geli setelahnya. "Takut aja membutuhkan barang-barang itu selama perjalanan kita," jawabnya dengan senyum tersipu. Aku hanya balas tersenyum juga jawaban Tita itu. "Eh, udah order go car belum?" tanya Tita. Belum sempat aku menjawab, pintu kamarku diketuk pelan. Dari caranya mengetuk aku yakin itu Daniyal. Aku menahan senyum saat Tita terk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD