"Ini rumah mas Haikal?" pertanyaan pertama yang terlontar dari mulutku saat memasuki rumah bergaya minimalis tapi dilengkapi dengan perabotan dan desain interior yang cukup mewah dan modern di dalamnya. "Rumah temanku lebih tepatnya. Kamu tunggu sini ya, aku ambilin minum buat kamu." Aku mengangguk tanpa melihat Haikal, karena pandanganku sibuk memerhatikan perabotan-perabotan yang ada di dalam rumah ini. Dari segi pandanganku rumah ini bukan Haikal banget. Terlalu mewah buat seorang Haikal yang aku kenal sederhana. Sekitar lima menit kemudian, Haikal datang dengan membawa minuman kaleng dingin. Tak lupa dia juga mempersilakanku duduk di sofa ruang tamu. "Adanya cuma ini di kulkas. Kamu mau cola kan? Atau-" "Nggak apa-apa, ini aja," jawabku masih celangak celinguk mencari sesuat

