Perfect-C

1913 Words

Mari kita ucapkan selamat datang Surabaya, kota metropolitan kedua setelah Jakarta, kota yang memiliki tingkat macet dan kriminalitas hampir setara Jakarta. Kota yang jarak matahari dengan kepala cuma sejengkal karena betapa panasnya udara kota Surabaya dan aku nggak pernah tahu akan sampai kapan tinggal di kota ini. Mandeeeh...rindu sangat anakmu ini. Sekarang masih pukul tujuh pagi, tapi udara di luar ruang dosen terasa seperti pukul sepuluh pagi. Bikin kulit nggak pernah akur sama mataharinya Surabaya. Gimana mau akur, mataharinya Surabaya itu jahat, sih. Sejahat doi yang ninggalin kamu pas lagi sayang-sayangnya. Eyaaak...eyaaak. Yang pengalaman pasti ngangguk-ngangguk nih, termasuk diriku. Aku nggak pernah menyangka akan terdampar di kota pahlawan ini. Dulu alasan aku memutuskan p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD