BAGIAN 20

1992 Words

Matahari sudah mulai naik ke atas sekitar pukul delapan pagi. Dara mengerjapkan matanya karena sinar hangat yang menelusup melalui sela-sela gorden kamar Rafka mulai menerpa wajah. Dara berusaha menggerakkan badannya yang terasa berat, tubuhnya terkunci oleh tangan dan kaki Rafka yang memeluknya semalaman. "Ih berat..." gumam Dara, ia menyingkirkan tangan Rafka, namun laki-laki itu tidak mau melepasnya. "Berat Rafka, astaga." Rafka bergerak, tapi dibandingkan menyingkirkan tangan dan kakinya, laki-laki itu justru semakin merengkuh Dara dan memeluk tubuh mungil perempuan itu dari belakang. Dagunya ia gesek-gesekkan pada bahu polos Dara membuat Dara geli dan tertawa kecil. "Bangun, tai... jam berapa ini, kita nggak sekolah apa?" Dara berusaha menjangkau ponsel Rafka yang berada di nakas d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD