Semenjak malam itu, besoknya Rafka jadi lebih semangat berangkat ke sekolah. Dara menjadi alasan Rafka untuk selalu bangun lebih pagi dan duduk di kelas tanpa melewati satu mata pelajaran sekali pun. Laki-laki itu duduk tepat di belakang bangku Dara, meskipun masih sering usil, tapi Dara sekarang mulai terbiasa dengan sikapnya. Dara kadang meladeni tingkah jahil Rafka, dibandingkan harus merasa kesal karena kerap diganggu selama di kelas. Seperti sekarang, jam pelajaran sudah hampir di menit-menit menjelang bel pulang. Ada yang masih fokus memperhatikan, ada juga beberapa yang sudah mulai mengantuk dan tidak sabar ingin pulang. Sementara Dara sedang sibuk mencatat poin-poin penting tentang pelajaran ekonomi yang akan keluar dalam Ujian, tiba-tiba sebuah gulungan kertas berukuran sedang me

