Tidak ada yang dapat Gadis lakukan ketika Tisa mengomel, menggerutu, dan memaki dengan bahasa yang dicampur-campur. Bahkan temannya itu tak peduli penghuni lain yang kebetulan berpasasan di koridor saat mereka melangkah menuju bilik, memandang aneh padanya. Dalam pandangan Gadis, perempuan yang melampiaskan amarah dengan mengomel itu artinya dia masih peduli. Beda cerita jika dia diam saja ketika melihat sebuah kesalahan. Semua dianggap sudah berakhir dan tidak perlu diurus lagi. Maka, diam adalah cara terbaik saat keadaan sudah semakin parah. Gadis memasukkan kunci dan membuka pintu, lalu memberi jalan agar Tisa masuk duluan. Saat dia menutup kembali pintunya, tangisan menggema dalam ruangan. Tisa tidak lagi mengomel, tapi menumpahkan kekesalan dengan tangisan yang menyayat hati. Begitu

