Rela Dimadu

1820 Words

Tidak ada luka yang membekas di hati meski rasa sakit di pipi sungguh begitu perih. Pukulan itu seolah menyadarkan kebodohan Ivan saat menghadapi Gadis. Andai Gadis memiliki ayah atau saudara laki-laki yang peduli dan sayang padanya, Ivan pun akan mendapat pukulan seperti ini. sayangnya, tidak ada satu pun keluarga Gadis yang ada saat dia terpuruk. Makanya dia begitu mudah menerima kehadiran Aksa yag merangkulnya saat berada di titik terendah. Ivan masih duduk merosot di atas rumput. Kepalanya tertunduk. Irisan perih menyayat hati. Sesal karena membiarkan Gadis terpuruk seorang diri membuatnya semakin merasa sakit. Air mata melaju keluar tanpa bisa dicegah meski sudah sekuat tenaga dia tahan. "Nak, maafkan suami saya. Ayo, bangun! Biar Ibu kompres pipimu." Mamanya Santi merasa sangat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD