Tawaran Nikah

1716 Words

Qonita menolak tidur di kamar terpisah. Akhirnya malam itu mereka kerja. Membongkar tempat tidur dan susun dua kasur di lantai. Dengan begitu, mereka bisa sekamar bertiga. Setelah dua temannya tidur, Gadis mengambil ponsel dan memeriksa pesan masuk. Tidak ada satu pun dari Aksa. Kening Gadis mengerut hingga dua alisnya bertaut, merasa aneh dengan perubahan Aksa. Padahal siang tadi Gadis sudah mengirim pesan permintaan maaf karena semalam panggilannya diabaikan. Namun, pesan itu belum dibaca. Sekarang sudah pukul sebelas malam. Gadis tidak ingin mengganggu. Malam ini dia berusaha meredam rasa penasaran hingga hari esok tiba. Aneh memang. Pernah mengatakan pada Aksa bahwa jangan lagi mengganggunya, tapi ketika tidak mendapat kabar seperti sekarang malah gelisah menggelinding bebas. Bahka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD