40. Menanti Kebahagiaan

1385 Words

EMPAT TAHUN KEMUDIAN. "Mommy...where is my bag?" tanya anak cantik yang bernama Bintang. "Gunakan bahasa indonesia sayang," sahut Mala. "But..Mommy!" rengeknya. "Bundaaa!!" Mala menegaskan. "Ok..Bunda, di mana tas Bintang?" tanyanya dengan bahasa Indonesia. "In my room," sahut Mala. "Bunda ... gunakan bahasa Indonesia!" tegur Bintang. "Ups, maaf Sayang, Bunda lupa!" Mala nyengir, berhasil menggoda Bintang yang kini tengah cemberut masuk ke dalam kamar Mala. Mala menyesap kopinya, udara di Jerman saat ini sangat dingin. Sehingga ia malas sekali keluar rumah, padahal hari ini adalah jadwal Mala harus bertemu dengan klien dari Jepang. Randy pulang sekolah, dengan langkah ringan. Mengucap salam serta mencium punggung tangan Mala. Ya, Mala di sini hanya ditemani Randy dan seorang nan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD