Chapter 46

1894 Words

Ali cukup lama berdiri di depan pintu kamar Aisyah. Sudah beberapa menit ia juga belum berani mengetuk pintu kamar berwarna putih itu. Ia tak pernah melakukan ini sebelumnya. Mana pernah ia main ke kamar Aisyah, tahu juga tidak, dimana posisi kamarnya itu. Untung saja bi Ijah tahu, kalau tidak tahu. Mungkin ia bakal tersesat di rumah yang besar ini. Setelah nikah, kan, ia dan Aisyah langsung tinggal di rumah baru. Jadi ia tidak tahu menahu dengan rumah ini. Ia sekarang pun sedang bingung mau ngapain. "Ketuk atau gak? Ketuk atau gak?" tanya Ali pada dirinya sambil mikir. "Kalau ketuk, nanti dia tengah tidur. Terus, dia kebangun. Kan, kasihan. Aku jadi mengganggunya kalau gitu," ujar Ali. "Ah, masuk aja, lah," ucapnya meyakinkan diri. Ali menarik nafasnya panjang-panjang. Sebelum ia b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD