"Semoga Aisyah suka," ucap Ali sembari berjalan menuju ke kelas Aisyah dengan membawa 1 kotak bekal makanan berwarna biru. Ia sangat berharap Aisyah menyukai makanan yang dibuatnya itu. Pagi tadi sebelum berangkat sekolah ia menyiapkan sarapan untuk Aisyah. Ia sengaja bangun lebih pagi cuma untuk masak. Memasak makanan dengan jeripayahnya sendiri demi Aisyah. Bukan tanpa sebab ia melakukan hal itu. Tentu saja karena ia menaruh harapan besar untuk Aisyah benar-benar menerima kehadirannya dan menjadikannya satu-satunya. Sampai di depan kelas Aisyah. Ali sedikit ragu untuk masuk karena ia merasa tak percaya diri. Ia takut nanti Aisyah tak menyukai makanan yang ia buat. Ali menarik nafas dalam-dalam. Ia mengumpulkan kepercayaan dirinya yang sempat hilang barusan. Ia mencoba bersikap santai

