Diperjalanan pulang, Sinta enggan untuk membuka mulutnya barang sedikit saja. Ia masih malu jika ia mengingat mimpinya tadi. Dan kini hanya satu yang dipikirkan oleh Sinta. Bagaimana caranya agar ia bisa cepat sampai ke rumah. Namun melihat kondisi jalanan yang macet karena memang jamnya para karyawan pulang kerja maka mau tak mau Sinta harus kuat menahan rasa malunya selama ia masih Bersama dengan Ramdan didalam mobil ini. "Kamu ko duduknya gelisah gitu ? Kenapa ?" Tanya Ramdan tiba-tiba. Sinta yang sedang melihat keluar jendelapun memejamkan matanya. "A-apaan gak gelisah kok." Jawabnya "Gak gelisah gimana, sedari tadi aku perhatiin kamu duduknya ko ga bisa diem." "Aku bilang enggak ya enggak. Udah fokus aja kejalan si." "Lah ko marah, tadi aja di mimpi bilang say-" "RAMDAAA

