ATDK BAB 19

1286 Words

Untuk sesaat mereka bertatapan, yang satu dengan tatapan tanya, dan yang satu dengan tatapan takut serta bersalah.  "Kenapa ?" Tanya Ramdan  Sinta hanya diam, lidahnya kelu. Ia bingung harus menjelaskannya dari mana.  "Ya sudah, duduk dan makanlah kembali." Ucap Ramdan  Sinta mengangguk dengan helaan nafas leganya kemudian duduk kembali dan melanjutkan makannya dengan tenang.  Selesai makan, Sinta beranjak untuk membersihkan meja makan sedangkan Ramdan berjalan santai menuju ruang tv. Ia tak mau berdekatan dengan Sinta, bukan apa-apa. Ia hanya tak ingin dibalik sikap baik yang Sinta berikan kepadanya terdapat niatan buruk. Ia tak mau jika Sinta akan meminta cerai lagi, tak akan ia biarkan itu terjadi. Ia masih paham betul dengan tujuan awalnya menikahi Sinta.  Ramdan meraih remot tv

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD