ATDK BAB 21

1027 Words

Ramdan yang melihat Sinta menangkupkan kedua telapak tangannya pada mukanya sembari menangis sesegukan perlahan memegang bahu Sinta.  Sinta menoleh dengan mata sembab dan hidung yang merah.  "Kita berdoa dulu buat papa dan mama ya." Ucap Ramdan lembut, Sinta mengangguk  Ramdan kemudian memimpin doa untuk papa dan mama mertuanya yang diikuti oleh doa oleh Sinta, mereka berdoa dengan khusyuk. Hingga akhirnya segala doa sudah terpanjatkan.  Sinta masih enggan beranjak dari makam kedua orang tuanya.  Telepon Ramdan berbunyi, Sinta menatap Ramdan kemudian mengangguk seolah berkata  Kamu angkat saja telponnya, aku masih ingin disini.  Ramdan tersenyum lalu berjalan beberapa langkah dari Sinta.  Ia raih telpon genggamnya itu dan melihat nama yang tertera pada ponsel tersebut  'Ibu'  "Ha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD