Ini adalah hari terakhir Ara dan Bima mengingat sosok Ray dalam hidup mereka. Ketika bangun di pagi hari Ara segera melakukan rutinitas seperti biasa. Hari ini dia akan pergi bekerja. Ara mulai memanggang empat roti, sepertinya wanita ini lupa jika Ray tidak ada di rumah ini lagi. “Huft, aku lupa lagi,” keluh Ara yang menyadari kesalahannya. Wanita ini terpaksa membawa satu roti lagi untuk bekalnya nanti. Dia akan memakannya di saat ada waktu luang. Ray yang melihat dari atas pun tampak kasihan. Ara segera beberes rumah dengan cepat. Setelah itu dia berjalan kaki menuju ke halte bus. Di sini Ara menyadari lagi bila dia tampak kesepian tanpa adanya Ray di sisinya. Bus datang, wanita ini dan pengguna bus lainnya pun masuk. Seperti biasa semua bangku penuh karena ini adalah jam kerja. Ara

