Matahari pagi menebarkan cahaya keemasan di atas hamparan sawah yang baru saja dipanen. Sisa jerami yang mengering masih menebarkan aroma khas tanah dan padi yang menenangkan. Suara ayam berkokok bersahutan dengan tawa para petani yang tengah menumpuk karung berisi gabah di tepi jalan desa. Bu Lastri tersenyum saat melihat karung-karung padi yang menumpuk di depan rumahnya. "Alhamdulillah, tahun ini rezeki kita lumayan, Mas," katanya pada suaminya, Pak Arman, yang sedang duduk di kursi bambu sambil mengelap keringat. "Iya, Bu. Alhamdulillah, setidaknya walau kurang dari yang diharapkan, kita masih bisa makan. Separuh uangnya sudah bapak kirim pada Pak Dirman di kota." Pak Dirman adalah pemilik sawah yang hidup di kota. Beliau memperdayakan sawahnya pada Pak Arman karena tahu jika Pa

