Pak Arman tengah duduk santai sambil menyeruput kopi buatan Bu Lastri. Abimanyu duduk di sebelahnya, memperbaiki tali sendal yang putus. Tak lama, datang Pak Rusdi, tetangga yang tinggal 8 rumah di depan mereka. Lelaki paruh baya itu menenteng topi caping lusuh dan melangkah dengan senyum lebar. "Assalamualaikum, Pak Arman," serunya sambil mengangkat tangan. "Waalaikumsalam, Pak Rusdi. Ayo duduk," sambut Pak Arman ramah. Pak Arman meskipun bukan keluarga kaya, namun beliau dikenal sebagai pria yang baik dan ramah. Tidak sungkan membantu ketika ada yang membutuhkan. Meskipun mereka adalah keluarga miskin, tentu tidak membuat keluarga mereka dikucilkan. Mereka cukup dihormati karena perilakunya baik keluarga mereka. Setelah beberapa basa-basi, Pak Rusdi menatap keduanya dengan ekspres

