Pagi itu, udara di desa Sukasari terasa sejuk setelah semalaman diguyur hujan. Daun-daun padi di sawah masih meneteskan embun ketika ayam jantan berkokok bersahutan. Di halaman rumahnya, Winona sedang menatap tumpukan singkong dan ubi jalar yang baru dibeli. Gadis itu menampung bagi orang-orang yang ingin menjual singkong dan ubi jalar tentunya dengan harga normal. Suara langkah seseorang terdengar mendekat cepat di jalan tanah depan rumah. Tidak lama kemudian, muncul sosok Bu Asih dengan wajah tegang dan napas tersengal-sengal. Tatapan matanya menusuk ke arah Winona yang sedang menunduk merapikan jemuran. "Winona!" serunya lantang, membuat beberapa tetangga menoleh penasaran. Winona menoleh, sedikit terkejut. "Oh, Bu Asih, selamat pagi. Ada apa, Bu?" tanyanya dengan nada sopan. Nam

