Sudah dua hari Kakek Tommy dirawat di rumah sakit. Kondisinya mulai membaik, meski masih lemah dan harus terus dipantau oleh dokter. Winona dan Abimanyu bergantian menunggu di kamar perawatan, sementara Om Adam sibuk mengurus administrasi dan keperluan lain. Sore itu, udara rumah sakit terasa sedikit lebih hangat dari biasanya. Dari kejauhan, suara langkah kaki terburu-buru terdengar di koridor. Winona yang baru saja selesai mengganti air minum di meja kecil menoleh, dan gerakan tangannya langsung terhenti. Sosok tinggi berjas abu-abu berdiri di depan pintu kamar. Wajah itu, meski sudah lama tak dilihat, tetap tak bisa ia lupakan. "Papa?" gumamnya pelan, nyaris tak terdengar. Winona memang mendapat kabar dari bibinya jika papanya memang sedang berada di luar negeri. Mungkin baru tiba

