Aroma antiseptik yang menyengat menusuk hidung, membuat suasana semakin menyesakkan d**a. Sejak malam tadi, Abimanyu tak beranjak sedikit pun dari sisi ranjang Winona. Wajahnya pucat, matanya sembab, dan kedua tangannya masih menggenggam erat tangan istrinya yang dingin dan lemah. Kilas kejadian kemarin masih segar dalam ingatannya ketika mendapat kabar jika bayi yang sedang dikandung oleh istrinya tidak bisa diselamatkan. "Ibu benar-benar tidak menyangka jika Rara bisa bertindak sejauh ini. Sebenarnya dia itu menuruni sifat siapa yang begitu keras hati, keras kepala, dan egois?" Bu Lastri berkata lirih di sela keheningan yang terjadi. Pagi-pagi sekali ya sudah berada di Puskesmas sambil membawa sarapan untuk putranya yang menunggu Winona karena belum juga sadarkan diri. Tidak ada ta

