Tak Ingin Menyesal

1126 Words

Calvin sedang fokus bekerja saat pintu ruangannya tiba- tiba terbuka, menampilkan Marina yang menatapnya dengan mata berkaca- kaca. Melihat Marina yang hampir menangis membuat Calvin panik dan merasa khawatir "Ada apa?" dengan cepat pria itu menghampiri Marina dan meneliti tubuhnya kalau- kalau ada yang terluka. "Kenapa menangis?" tanya Calvin dengan khawatir. "Ayahku ... Ayahku sudah di bebaskan." Marina tersenyum, tapi air matanya menetes. Calvin menghela nafas lega "Lalu kenapa kamu menangis, bukankah itu bagus?" Marina mengangguk. "Iya, aku senang sekali," lirihnya. Calvin terkekeh lalu pria itu tertegun saat Marina menubruknya dan memeluknya "Aku senang sekali, terimakasih." Tangan Calvin berhenti di udara karena terkejut, perasaannya membuncah mendapati pelukan dari Marina "Teri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD