14. Menunggu

1304 Words

Seorang pria beserta anak-anaknya melingkari sebuah makam wanita yang sangat mereka sayang. Kepergian sang mommy masih terasa seperti mimpi. Erland mengulurkan tangan—mengusap batu nisan mendiang istrinya. Tanpa sadar, air mata mengalir begitu deras. Setelah mengontrol diri, Erland pun mulai mengirimkan do'a kepada istrinya yang sudah pulang ke pangkuan Tuhan. Anak-anak mengikuti bacaan yang terlontar dari mulut daddy mereka. Semuanya tampak serius, termasuk si kembar. "Mommy, kami sudah memiliki Mommy baru. Mommy Eira jangan sedih, ya, karena Mommy Eira akan tetap menjadi Mommy kami, selamanya!" tutur Elan seusai mengirimkan doa untuk sang mommy. Eidlan menganggukkan kepalanya beberapa kali. "Benar itu, Mom. Oh, ya, kata Abang Mommy Ele itu mirip seperti Mommy Eira. Kalian sama-sama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD