Liam tersenyum dengan lebar, tapi tidak dengan Evelyn. Dia memandangi pria itu dengan kedua mata melotot. Ekspresi wajahnya pun terlihat tak menyenangkan tapi Liam tidak memperdulikan tatapan matanya itu. "Mau apa?" Evelyn bertanya dengan begitu sinis. Ini hari Minggu, lagi-lagi pria itu datang dan mengacaukan akhir pekan yang ingin dia nikmati bersama dengan kedua putranya. "Tentu saja untuk menjenguk dirimu, Evelyn." "Aku tidak sakit jadi aku tidak perlu kau jenguk sama sekali. Pergilah. Aku dan anak-anak sudah mau pergi!" "Tidak perlu berbohong, aku tahu hari ini kau akan menghabiskan waktu di rumah. Lagi pula aku tidak akan merepotkan dirimu dan aku datang ke sini untuk bertemu dengan kedua putraku." "Putraku, bukan putramu!" Kurang ajar, pria itu mulai mengakui padahal belum ad

