Liam mengetukkan jarinya di atas meja, dia tampak tidak tenang. Dia sengaja datang ke kantor lebih pagi dari pada biasanya karena dia menanti kabar dari Jack Anderson. Terus terang saja, bayang-bayang wanita yang dia kenal di pesta menghantui dirinya sepanjang malam. Rasa penasaran kenapa dia bisa menyentuh wanita itu tak dapat dia singkirkan. Padahal selama ini dia telah mencobanya dengan banyak wanita tapi selalu gagal. Dia pun sangat ingin tahu apakah dia dapat menyentuh Evelyn sedikit lebih lama lagi atau tidak. Dia harus mencobanya, dia tahu itu. Jari diketuk tiada henti, dia mulai kesal karena Jack Anderson belum menghubunginya padahal pria itu telah berjanji akan memberikannya informasi kapan sekretarisnya akan menemui dirinya untuk membahas bisnis. Evelyn, nama itu bahkan

