Evelyn sangat lega mendapati kedua putranya sedang tidur. Ketakutannya langsung sirna setelah memastikan keadaan mereka. Kedua kakinya terasa lemas ketika menghampiri kedua putranya. Evelyn jatuh terduduk di sisi ranjang. Tangannya gemetar ketika menyentuh kepala Carlton. Sungguh, dia sudah membayangkan hal-hal buruk yang akan terjadi dengan kedua putranya. Di jalanan bukanlah tempat aman untuk anak-anak dan dia takut mereka berdua diculik oleh penjahat yang tidak bertanggung jawab. Air matanya menetes, perasaan lega meluap di dalam hati. Hal seperti itu tidak boleh terjadi lagi. Jujur dia sangat takut keberuntungan tidak datang untuk yang kedua kali. “Mommy?” Carlton terbangun karena usapan tangan ibunya. “Mommy. Kenapa Mommy menangis?” Carlton buru-buru bangun lalu mengusap air mata

