Bab 18. Sengaja

1112 Words

"Tidak ada yang boleh masuk ke dalam ruanganku tanpa perintahku!" Perintah itu Liam berikan kepada Jimmy sebelum Evelyn dibawa masuk ke dalam ruangannya. Dia tidak ingin ada yang mengganggu kebersamaan mereka berdua. Liam kembali bersikap dingin ketika Jimmy mengantar Evelyn masuk. Mereka berdua saling menatap satu sama lain. Evelyn pun berusaha bersikap tenang walaupun dia sangat gelisah. "Selamat siang, Tuan Maxton," Evelyn menyapa terlebih dahulu. "Aku kira Tuan Anderson tidak jadi mengirim dirimu untuk membahas bisnis ini, Nona Evelyn," dia bersikap seperti waktu itu ketika mereka pertama kali bertemu. "Hal itu tidak mungkin terjadi, Tuan Maxton. Bosku sangat ingin menjalin kerjasama denganmu lagi jadi tidak mungkin dia tidak mengirim aku untuk membahas bisnis denganmu." "Ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD