"Lepasin, Dinda! Kayaknya lo mulai udah gila ya. Lepasiiin!" Aku berusaha melepaskan diri dari cengkeraman wanita yang sudah seperti kerasukan ini. "Diam lo! Gue bunuh lo sekarang juga. Biar lo tuh gak jadi pengganggu dalam hidup gue dan Mas Thoriq!" Tangannya yang sedari tadi menarik-narik hijab di kepala, lalu turun ke leher. Ternyata Dinda tidak main-main dengan ucapannya. Ia berusaha membunuhku dengan mencekik kuat batang penyanggah antara kepala dan bahu itu, sehingga mataku mendelik merasakan sakit dan napas yang sesak. Tanganku terayun, berusaha memukul bahunya. Tapi rasa sakit dan udara yang tercekat di tenggorokan, membuatku kehabisan tenaga. Wanita itu melotot dan menyeringai ngeri. Seperti bukan seorang Dinda yang kukenal. Dia sudah seperti kerasukan iblis yang ingin memb

