“WHAT? KAKAK PECAT AMANDA??!!” teriak Mario. Bahkan suara Mario sangat kencang sampai beberapa pegawai mendengarnya. “Iya, kenapa memangnya? Dia memang cara bekerjanya tidak baik,” ucap Jonas. “Astaga kak, dia itu berpotensi bagus buat perusahaan ini, dia itu lulus cumlaude kak!” ucap Mario dengan ucapan nada tinggi. Sungguh dia tidak habis pikir kakaknya memecat Amanda begitu saja, apalagi Amanda juga perempuan yang dia sukai. Meski terlihat baru mengenal Amanda, tapi Mario yakin jika ini adalah perasaan cinta. Dia sangat yakin seratus persen bahwa dia sangat mencintai Amanda. “Berpotensi? Well aku tidak mau dengar apapun soal Amanda, aku sudah memecatnya dan itu hak aku,” ucap Jonas. Mario menarik napas dan menghembuskannya dengan kasar, bagaimana lagi, dia tahu kakaknya yang mem

