Mario masih mengantuk, tetapi matahari sudah memaksa dia untuk bekerja kembali. Kepulangannya dari Paris ke Jakarta tidak membuat dia bermalas-malasan, justru dia ke Jakarta harus mencari uang uang dengan jumlah lebih banyak. Mario sangat menyukai fotografi kini bahkan di setiap tempat yang dikunjungi dia selalu membawa kamera kesayangannya.
Sekarang yang dia ikut Jonas ke kantornya karena dia merasa
bosan hanya dirumah saja.
Jonas baru saja datang dan dia melihat meja nya sudah rapi, itu
berarti Amanda sudah membereskan mejanya. Sejak tadi pagi Amanda sudah
membereskan mejanya yang berantakan. Debu-debu pun sudah menghilang. Tapi Jonas
merasa masih ada yang kurang, belum ada kopi di atas mejanya.
Dia lalu memanggil Amanda, tapi sayangnya gadis itu lama sekali
tidak muncul-muncul. Jonas menjadi kesal dengan Amanda, dia akhirnya ke pantrt
sendiri dan dia terkejut melihat Amanda yang tertidur di dapur.
" Hei! Kamu sedang apa tidur di dapur? Apakah aku menggaji
kamu untuk malas-malasan di sini? Kenapa kamu tidak bekerja?"
Amanda menguap dan merenggangkan tubuhnya, tinggal dirumah baru
yang usang membuat dia harus beres-beres lagi semalaman dan kini dia sangat
mengantuk dan lelah rasanya tulangnya ingin lepas semua. Amanda menatap Jonas,
wajahnya pucat keringat dingin membasahi dahinya.
"Mohon maaf sekali Pak, Tapi saya memang berniat tidak
bekerja hari ini, tidak tahu kenapa tubuh saya lemas."
Jonas mengernyitkan dahinya, entah kenapa apa dia melihat ucapan
Amanda hanyalah sebuah alasan karena Amanda malas-malasan. Jonas lalu berkacak
pinggang dan menatap Amanda dengan tatapan tajam dan sengit.
"Kalau kamu tidak berniat bekerja, jangan bekerja di sini!
Saya hanya mencari pegawai yang tidak malas-malasan. Ayo bangun bekerja lagi!
"
Jonas lalu membuat kopinya dan dia pergi dari pantry tapi Amanda
masih pusing, tiba-tiba rasanya seisi dunia berputar-putar tangan Amanda akhir
yang memegang ujung meja dapur dan dia rasanya hampir mual, namun akhirnya dia
benar-benar lemas dan terjatuh.
Tidak ada yang menyadari jika Amanda pingsan karena di lantai
paling atas ini hanya ada Jonas saja karena pegawai lainnya ada di lantai bawah
jadi tidak banyak orang yang mengetahui jika Amanda pingsan di pantry.
Saat pukul 9 pagi, Jones memanggil Amanda lagi, dia berniat
menyuruh Amanda untuk membelikan makanan untuk sarapan tapi Amanda sama sekali
tidak menjawab dan Jonas menggerutu kesal. Akhirnya dia berjalan kembali ke
pantry dia terkejut melihat Amanda yang tidur di lantai, tidak ada sama sekali
pikiran dari Jonas jika Amanda itu pingsan, dia malah berfikir jika Amanda itu
sedang tidur di lantai.
"Hei bangun! Kenapa kamu malah tidur di sini? Hey!"
Jonas menggoyangkan tubuh Amanda dengan mengguncang bahunya, tapi Amanda sama
sekali tidak merespon tiba-tiba tanpa sengaja punggung tangan Jones menyentuh
pipi Amanda, dia terkejut saat pipi Amanda begitu panas. Jonas akhirnya tidak
memiliki pilihan lain, dia menghela napasnya kasar dan menggendong Amanda masuk
ke dalam ruangannya merupakan dia ke sofa kantornya dan Jonas langsung menelpon
dokter.
Tak lama kemudian seorang dokter pun datang, dia memeriksa
Amanda dan mengatakan bahwa Amanda sedang kelelahan. Jonas menghela napas lega
Dia kira Amanda sakit sesuatu.
"Dokter Apa ada obat khusus yang harus dia minum? Tolong
beri saya resepnya karena dia pegawai baru saya ya, jadi harus Saya rawat
dengan baik."
Dokter memberikan secarik kertas berisi resep kepada Jonas,
meski Jonas adalah pribadi yang kejam, tetapi Jonas tidak pernah membiarkan
orang lain terlantar apalagi dalam keadaan sakit.
Amanda membuka matanya setelah pukul 1 siang, kepalanya masih
terasa berat karena dia belum makan apapun demi menghemat uangnya. Jonas segera
bangun dari duduknya ketika melihat Amanda sudah terbangun.
" Kenapa kamu bisa sampai pingsan di dapur? " Jonas
menatap Amanda dengan tatapan penuh tanya dia menaikkan alisnya. Amanda tidak
sanggup untuk menjawab, Dia benar-benar pusing dan tiba-tiba perutnya terasa
sangat lapar.
Kriuk kruyuk Rawk
Tiba-tiba suara perut Amanda berbunyi, Gadis itu kelaparan tapi
dia tidak membawa sepeser uang pun demi menghemat. Jonas heran dengan Amanda.
"Kamu lapar? Kenapa kamu tidak makan sebelum bekerja?
" Amanda tidak menjawab, tapi dia langsung berdiri dan permisi sayangnya
baru saja beberapa langkah dia tiba-tiba pusing lagi, rasanya seisi dunia
berputar. Jonas lalu menarik tangan Amanda dan menyuruh Gadis itu duduk di
sofa.
"Jangan bergerak dulu, Dokter bilang kamu kelelahan. Jadi
istirahat saja dulu saya pesan makanan Kamu tunggu di sini. "
Amanda terperangah dengan sikap Jonas, dia begitu baik
kepadanya.
"Terima kasih Pak sudah membantu saya, tapi apa boleh saya
minta satu hal Pak karena ini sangat krusial dan saya benar-benar membutuhkan,
" ucap Amanda dengan tatapan memelas, dia sungguh tidak memiliki harapan
lain selain Jonas.
"Apa? Kenapa wajah kamu seperti itu seperti orang yang
putus asa? "
Amanda mengangguk, dia memang sedang putus asa sekarang, uang
Deposito yang ada di Bank nya hanya cukup untuk membayar kontrakan rumah
barunya selama 10 tahun. Tapi uang itu tidak pernah dia gunakan sama sekali
karena itu adalah satu-satunya uang yang dia miliki Jika dia membuka
depositonya maka bisa-bisa uang itu habis dengan cepat.
"Pak kalau bisa saya minta digaji harian ya. "
Jonas menghela napasnya kasar, dia heran dengan sikap Amanda
baru bekerja 3 hari tapi kenapa Amanda sikapnya seperti ini.
"Apa kamu tidak memiliki uang sebesar pun?" Amanda
mengangguk mendengar ucapan Jonas, dia memang tidak memiliki uang sepeserpun
saat ini.
"Sebenarnya ada Pak tapi uang itu untuk saya menyewa
kontrakan baru lagi, lagi pula Saya juga kehilangan rumah karena bapak jadi
Bapak harusnya bertanggung jawab dengan saya! "
Jonas tersenyum miring mendengar ucapan Amanda.
"Bukan salah saya Jika kamu kehilangan rumah kamu,
seharusnya sejak dulu kamu itu tahu bagaimana hukum sewa atas sebuah apartemen
kalau kamu tahu hukumnya kamu tidak mungkin akan diusir dari sana. "
Amanda menunduk lemah, kalau soal properti dan bangunan Dia
hanya bisa menutup mulutnya dia tidak tahu apa-apa ko ma yang dia tahu
apartemen itu sudah lama dia tempati dan itu milik Ayah dan Ibunya.
Jonas selalu menatap Amanda, dia sebenarnya kasihan dengan
Amanda tapi dia sendiri suka orang yang bersifat perhitungan.
"Kalau kamu mau digaji harian itu berarti gaji kamu
Rp100.000 setiap hari. Apa kamu yakin bisa menyimpan uang dari gaji harian
kamu?"
Amanda menggeleng, dengan gaji segitu memang dia tidak bisa
menyimpan uangnya dengan banyak tapi setidaknya dia sanggup bertahan hidup jika
setiap hari dia diberi uang.
"Tidak Pak, uang itu saya gunakan untuk makan
sehari-hari."
Mendengar ucapan Amanda, akhirnya Jonas menyetujui kemauan
Amanda, dia menelpon bagian keuangan dan menyuruh memberikan uang kepada
Amanda.
Mario yang baru saja sibuk di bawah dengan pihak marketing, dia
naik ke atas lalu masuk ke dalam kantor kakaknya dan terkejut melihat gadis
secantik Amanda, Mario terpukau saat pandangan 0ertama melihat Amanda walau
gadis itu menggunakan seragam office girl, tapi baginya Amanda sangat menawan
dan menarik.