Tepat jam delapan motor Aldi tiba di rumah Aulia, pemuda itu menstandarkan motornya dan melepaskan pengaman kepalanya. Dia itu menghela napas mengingat peristiwa malam pertama kali datang ke rumah ini sebagai kekasih dari Salya Lova, malam ini dia berkunjung lagi untuk menemui Kakak dari gadis itu. Siapa yang menyangka malam lalu itu adalah pembuka sebuah cerita yang sudah lama disembunyikan oleh ayahnya. “Selamat datang, Kak Aldi.” Sebuah kalimat agak megejutkan Aldi. Dia menoleh ke asal suara itu, nampak seorang gadis berdiri tak jauh darinya. Sebuah senyum disematkan melengkapi wajah orientalnya yang cantik. “Assalamualaikum, Lea,” ujar Aldi sambil membalas senyum gadis itu. “Waaalaikumsalam, Kak Aldi datangnya tepat waktu sekali,” kata gadis itu

