Part 17

1001 Words

**                 Akira menelan salivanya susah payah, jantungnya semakin menggila saat jemarinya terangkat menekan tombol disisi pintu Apartemen dihadapannya.   Matanya terpejam sejenak saat menunggu sang pemilik membukakan pintu untuknya, Akira sangat tahu jika apapun bisa terjadi didalm sana.   Akira menghela nafas seraya mengankat wajahnya tepat saat pintu coklat itu terbuka menunjukkan siluet menggoda yang sangat dirindukannya itu. "Masuk." Suara itu begitu dingin menusuk tepat dijantung Akira yang semakin berdenyut menyakitkan. Melangkah dalam ketidak pastian mengerikan. "Apa yang ingin kau bicarakan? Aku tidak bisa berlama lama." Ucap Akira tepat saat kakinya berpijak diruang tamu pria yang kini menghentikan langkahnya, terdiam beberapa saat sebelum menoleh dan menatapnya d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD