Bonus

995 Words

** Suara pecahan itu menggema, memekakkan telinga menembus suara benda persegi yang menggantung didinding bercat abu-abu sebuah rumah minimalis yang sederhana. Membiarkan seorang bocah menggemaskan yang mengintip dari balik pintu kamarnya dengan kedua mata bulatnya. "Daddy?" Mata tajam itu menghunusnya, menatapnya dengan penuh peringatan hingga bocah itu hanya berdiri ditempatnya patuh dengan tatapan polosnya. "Jangan mendekat." "Dad, what are you doing?" Bocah menggemaskan itu menatap ayahnya yang melangkah dengan hati hati melewati kepingan kepingan kaca yang berserakan dilantai. "Dimana Mommy?" "I don't know, Mom bilang Mom akan pulang terlambat dan Dad harus membuat makan malam." Bocah menggemaskan itu melangkah meninggalkan Ayahnya yang semakin hari semakin bertingkah aneh d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD