Bab 8. Sebentar Saja

1176 Words

Ethan sangat marah membaca pesan yang dikirim Hendry. Jika saja tidak mengingat kalau Hendry adalah papa kandungnya, mungkin sudah sangat lama Ethan melaporkan perbuatan Hendry ke pihak berwajib. Memang tidak semudah membalikkan telapak tangan jika Ethan melaporkan perbuatan papanya ke kepolisian karena beberapa oknum pihak berwajib berada di pihak Hendry. Ethan jadi bingung, harus berbuat apa? Diam-diam Senja memerhatikan Ethan yang raut wajahnya berubah masam. Padahal sebelumnya ceria seperti biasa. "Ini kopinya, Tuan." Senja meletakkan secangkir kopi ke hadapan Ethan. Lelaki itu tersenyum, mengucapkan terima kasih. Lalu, menyesap kopi yang masih mengepul. Senja ingin bertanya apa yang terjadi, hingga raut wajah suaminya tampak sedih. "Aku sudah bilang, jangan panggil Tuan." "Maaf

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD