Hendry sangat geram mengetahui perbuatan mantan istrinya. Dirinya tidak menyangka kalau Sonia berani sekali meledakkan gudang berharganya. Kini, Hendry kelimpungan, memikirkan ganti rugi yang ditaksir sejumlah milyaran rupiah. Tubuhnya seketika lemas, duduk di sofa sambil memijat pelipis. "Sonia sialan! Wanitu itu ...." Kalimat Hendry menggantung, mengepalkan kedua tangan, lalu tubuhnya bersandar lagi di sofa. Hendry tidak tahu cara menghentikkan aksi gila mantan istrinya. Ia tahu, kalau Sonia memang pandai dalam dua hal itu. Tapi, yang tidak disadari Hendry, Sonia yang sudah sepuluh tahun belakangan mengenakan hijab, tega melakukan peledakkan pada gudang berisi barang-barang narkoba. Hendry terus-menerus memikirkan cara membuat Sonia hancur. Membalas perbuatan ibu dan anak itu padanya

