21. Horor

2398 Words

"Satu, dua, lariiii!!" Ardo dan Ara pun berlari kabur meninggalkan mereka bertiga yang terbengong karena teriakan Ardo tadi. "Woy! Pacar gue tuh! Jangan dibawa kaburrrr!!" teriak Vando sambil berlari mengejar Ara dan Ardo. "Kampreettt!! Siomay gue jangan dibawa kabur lagi, Nyet! Baru beli tuh!!" Ray melongo saat Vando dan Bima ikut berlari meninggalkannya. "Kaliaaan zaahaapp!! Tunggu eiykee cyiiinnnnn!!" Buntu!! Ara dan Ardo salah jalan. Mereka mengambil jalan yang menuju belakang sekolah dan jalannya buntu, hanya ada tembok yang mengelilingi. Dengan gerakan pelan, mereka berbalik lalu tersenyum kikuk saat melihat Vando, Ray, dan Bima menatap mereka garang. Ardo mengambil sapu tangannya yang berwarna putih, yang berada di saku celananya lalu mengibarkannya. Ara mendengus kencang. Pant

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD