-Cinta itu tidak bisa berpijak pada dua hati. Ia harus memilih ke mana ia harus berlabuh walau itu berarti menyakiti hati yang lain.- Cassie kembali duduk di dalam restoran. Hatinya terasa hampa. Perasaan sedih, marah, kecewa bahkan cemburu bercampur menjadi satu. Ia sudah tahu akhirnya akan begini. Ia merutuki dirinya sendiri. Ia tertawa sekaligus menangis. Menertawakan diri sendiri yang sudah tahu bahwa usahanya sia-sia. Menangis karena rasa sakit itu benar-benar menusuknya. Brandon tiba-tiba meneleponnya. Cassie menghapus air matanya dan mengangkat panggilan itu. “Maafkan aku, Cass. Aku sepertinya tidak bisa mengantarmu kembali ke hotel. Aku…” “Aku tahu. Kau pasti punya urusan yang lebih penting. Tidak apa. Aku bisa memesan taksi online. Pergilah,” kata Cassi

