Rena terlihat duduk di atas kursi rodanya dengan menatap ke arah luar yang sedang hujan dengan gusar. Bagaimana tidak, jam sudah menunjukkan pukul 5 sore dan Azel masih belum pulang. Ia sudah mencoba menghubungi putrinya itu namun tidak ada jawaban. "Mah, kenapa duduk di depan jendela?" Tanya Zavier. Zavier berjalan menghampiri Ibu mertuanya yang terlihat sangat gusar. "Ada apa?" "Azel ngabarin kamu gak?" Zavier paham. "Belum, mungkin HPnya mati, tapi Mamah tenang aja. Mungkin nunggu hujan berhenti, baru Azel pulang." Ucapnya. Rene mengangguk pelan. "Iya kali yah," Zavier pun mencoba menghubungi Azel. Namun nomornya tidak aktif. Ia melirik jam di dinding yang terus berjalan. Dirinya juga tidak tega melihat Ibu mertuanya yang sedang tidak sehat tapi masih harus mengkhawatirkan putriny

