Tubuh Ellis gemetar ketakutan, tanpa membutuhkan waktu lama, seorang pelayan langsung menyadari keberadaannya dan membawa Ellis ke hadapan semua orang. Ellis tertunduk menangis, namun bibirnya yang gemetar dan matanya yang menatap tajam Leary itu membat siapapun tahu jika kini Ellis marah kepada Leary. “Kau menyuruh Megi melakukannya?” tanya Darrel. “A-ay-yah” Ellis menangis terbata-bata. “Jawab saja, ya atau tidak?” Ellis menarik napasnya dalam-dalam, gadis kecil itu menatap Petri penuh permohonan meminta bantuan Petri agar bisa membelanya, namun sayangnya Petri diam menatap dingin dirinya tampak kecewa. “Ya,” jawab Ellis dengan isakannya. Darrel membuang napasnya dengan kasar, tanpa berpikir panjang pria itu berkata, “Kau dan Megi harus membungkuk, lalu minta maaf.” “A-ayah..”

