BAB 1 - SEKOLAH BARU LAGI

1270 Words
Hari Senin dinobatkan sebagai hari termalas seluruh dunia, dimana pagi harinya disambut dengan upacara bendera dan harus berdiri kurang lebih 1 jam lebih dibawah sinar teriknya matahari. Di hari Senin juga sudah dipastikan ada pemeriksaan rutinan. Seorang siswi yang mengenakan rok abu-abunya yang sudah ia ganti model menjadi span dan lumayan ketat dengan rambut ombre kecoklatannya yang digerai bebas tanpa di ikat, dia adalah Tania Valerie. Tahun ini sudah menjadi ketiga kalinya ia dipindahkan sekolah karena ulahnya yang tak biasa, dia yang kepergok akibat ketahuan merokok di rooftop, kemudian menyalakan lagu K-pop di sound sistem sekolah di jam pelajaran, dan masih banyak lagi kegaduhan yang ia lakukan selama ia bersekolah. Sebelum ia dipindahkan ke sekolah kenalan mamanya dia sudah di beri wejangan terlebih dahulu agar tidak sampai memalukan keluarganya didepan keluarga teman mamanya tersebut. "This is last. Mama gak mau dengar ada pelanggaran apapun lagi di sekolah baru. Kamu harus berubah jadi lebih baik lagi! Sekali saja kamu buat ulah dan bertingkah.. Mama gak akan segan buat nikahkan kamu sama anak temen mama!" "Iya iya mamaku sayang yang paling cantik.. Tania gak akan buat onar lagi minggu ini." jawab Tania dengan nada acuh. Mamanya yang semulanya membaca tabloid fashion seketika di gulung dan sudah siap untuk di hantamkan kearah putrinya yang sempat-sempatnya menggodanya. "Bukan cuma minggu ini saja. Kedepannya mama gak mau dapat panggilan dari guru kamu maupun pihak sekolahan kalau kamu berkasus disana. Paham?" ujar mamanya kepada Tania. Yang diceramahi bukannya takut Tania justru malah cengengesan. Tania sedang berpikir keras, kedepannya masalah apa lagi yang ingin ia perbuat di sekolah barunya. -o0o- Di hari pertamanya pindah sekolah, semuanya tampak baik-baik saja. Pemandangan monoton dari sekolahan membuat Tania bosan dan sedikit jenuh. Dia yang berupaya untuk merokok di rooftop ia mengurungkan niatnya agar tidak sampai dinikahkan oleh orang tuanya. Rambut ombre kecokelatannya ia gulung karena cuacanya yang amat panas ini. Usai perkenalan di depan layaknya murid pindahan baru seperti biasanya. Tania langsung memilih bangku yang paling ujung belakang sendiri untuk duduk, disebelahnya ada cowok yang mengenakan tas hitamnya digunakan untuk alas bantal, belum sempat berkenalan karena tetangga duduknya masih tidur, Tania memutuskan untuk duduk dengan tenang tak mengganggunya. Krieett... Suara pintu depan kelas yang dibuka. "Waaaah..." gumaman hampir seluruh siswi yang ada dikelas ini terdengar semakin riuh ramai yang menyita pandangan Tania untuk menoleh kedepan sekilas dan melihat apa yang sebenarnya ada didepan sana. "Selamat pagi semuanya!" sapa guru yang tengah berdiri di center kelas. "Pagi pak!" sahut seluruh murid dikelas ini terkecuali Tania, dia tak tertarik sama sekali, Tania malah mengeluarkan ponselnya dan memainkannya di loker mejanya. "Perkenalkan nama saya Alvin Darren, mulai dari hari ini saya akan mengajarkan subjek Matematika yang semulanya di ajar oleh bu Setyowati yang baru saja pensiun." tutur Alvin dihadapan seluruh muridnya yang ada di kelas ini. Tok.. Tok.. Alvin mengetukkan jarinya di meja guru yang ada didepan. "Apakah ada pertanyaan? Untuk sebelumnya saya mau menginformasikan, kalau saya benar benar tidak suka kalau ada siswa yang memainkan ponsel tanpa ada keperluan di jam pelajaran saya." tutur Alvin dengan nada santai namun kian menusuk. Tania yang mendengar sindiran dari guru matematika baru yang ada didepan itu, bukannya malah meletakkan ponselnya. Ia masih saja mengeksplorasi instagramnya. "Pak! Saya mau bertanya." salah seorang siswi yang duduk radius 3 meter dari tempat Tania duduk mengacungkan jari telunjuknya di udara sambil memasang raut wajah cerianya. "Silahkan bertanya." jawab Alvin datar. "Bapak masih jomblo iya kan?" tanya siswi tadi kemudian disoraki oleh sebagian besar murid dikelas ini. "Saya sudah memiliki calon istri." jawab Alvin tegas. Seketika jawaban tegas dari Alvin telah mematahkan ribuan hati para siswi yang baru saja melabuhkan hatinya pada Alvin. Tak salah, Alvin yang memiliki penampilan rapi. tampan dengan postur badan tinggi semampai, wajah tampan rupawan yang tentunya menarik perhatian banyak kaum hawa. Namun sangat disayangkan, dia sudah memiliki seseorang di hatinya. "Yah, gak ada kesempatan lagi deh." sahut salah satu siswi yang lain, yang akhirnya mengundang gelak tawa seisi kelas ini. "Ternyata ada yang lebih sakit daripada kabar datingnya bias, liat bapak guru cogan udah punya calon aja langsung potek hati ini bang." seru siswi yang mengajukan pertanyaan tadi. Apa yang Tania lakukan? Dia rasanya ingin segera keluar dari kelas yang mengobrolkan hal yang tidak penting ini. Kakinya seperti ingin segera diajak pergi ke kantin dan mengisi perut laparnya dengan segera, daripada dia harus berlapar-lapar ria di kelas dan mengobrolkan hal yang tidak penting. Tania terus scroll instagramnya ia malah mencari konten yang berbau mukbang diponselnya, makin lapar rasanya. "Sedari tadi bapak perhatikan kamu, terus fokus sama ponsel kamu, sampai kamu tidak pay attention ke depan?" ujar Alvin yang kini sudah berdiri di samping meja tepat Tania duduk. Yang semulanya Tania duduk dengan menunduk pandangan fokus ke handphonenya, dia mulai mendongak dan menatap kearah guru matematika barunya. Tania tersenyum kecil, "Oh, jadi bapak memperhatikan saya ya? Bapak perhatian sekali sama saya.. Awas kesemsem pak." jawab Tania santai. Tentunya dengan jawaban yang cukup berani dari Tania tersebut memancing perhatian seantero ruangan kelas ini. Semua mata tertuju kearah Alvin dan Tania. "Tania Valerie.." racau Alvin membaca name tagnya. "Iya pak, panggil aja Tania, instagram saya @Taniavalerie silahkan follow pasti difollback." sekali lagi seorang Tania Valerie berani mengucapkan hal yang tak semestinya ia ucapkan pada gurunya. Seketika dia sadar dengan apa yang diucapkan Tania meletakkan ponselnya, kemudian menunduk. Ia teringat dengan perkataan mamanya. Kalau ia sampai berani berulah mamanya akan menikahkannya. "bocah." ledekan dari Alvin terdengar sangat pelan sengaja agar hanya Tania yang dapat mendengarkannya. Alvin berjalan kembali ketempatnya semula. -o0o- "Assalamualaikum mama! Anakmu yang paling beautiful sudah pulang." pekik Tania saat ia memasuki rumahnya. Alhasil tak ada sahutan yang membalas salam Tania satu orang pun. Seperti biasa, sepulang dari sekolah Tania langsung menuju ke kulkas untuk meneguk air dingin yang di simpan disana. Satu memo berwarna kuning yang menempel di pintu kulkas 2 pintu ini menyita pandangan Tania. "Mama arisan di rumah tante Yunita, mama minta kamu jemput sepulang sekolah nanti, karena papa tadi pergi dinas keluar kota jadi mama gak ada yang jemput." begitulah isi pesan yang ada di memo tersebut. "Naik ojek online kan bisa.. Kenapa gue yang dijadiin ojol elah." gerutu Tania. Tania menuju kekamarnya dan mengganti seragamnya dengan pakaian senyamannya. Dia datang untuk menjemput mama, bukan untuk arisan. Usai berganti pakaian tak lupa ia melepas kontak lensnya dan mengambil kaca mata minus 3 yang ada dikotak berada di nakas. Rambunya yang semulanya tergerai ia kuncir kuda. Tania mengambil kunci motor maticnya lalu segera tancap gas untuk menjemput mamanya. -o0o- Sampai di kawasan perumahan elit sesuai dengan lokasi yang sudah di share oleh mama Tania, membuat Tania sedikit menyesal hanya mememakai baju kasual santai yang biasa ia kenakan untuk tidur. Sudah dapat dipastikan kalau penampilan teman mama pasti sangat berkelas, mengingat rumah megahnya yang berdiri kokoh dihadapannya. Mama is calling... Tania menggeser layar ponselnya ke icon hijau untuk menjawab panggilan tersebut. Tania : Halo mam. Tania udah nyampe sekarang ada didepan. Mama : Nah bagus, sekarang masuk kedalam dulu. Salaman sama tante Yunita. "Ck!" Tania hanya bisa berdecak kesal. Dia kan tujuannya hanya untuk menjemput mamaya, bukan untuk ikutan menggosip didalam. Tania : Gak bisa mam, Tania pakai daster. Malu dong. Mama : Hitungan ketiga kamu belum kedalam, uang saku tiga bulan lenyap. Tania : Siap meluncur bos. Ancaman dari mamanya memanglah sadis, 3 bulan bukan waktu yang sebentar. Apalagi Tania yang memiliki hobby ngemil jadi dia tak mungkin bisa hidup tanpa uang sakunya. Tania memarkirkan motornya tepat di depan gerbang rumah tante Yunita. Tania turun dari motornya lalu menekan tombol bel rumahnya yang menempel di pagar besi tinggi tersebut. Ting tong! Masih menunggu satpam rumah ini membukakan pintu untuk Tania namun malah tak ada satu orang pun juga yang kunjung datang. Tiiiin... Suara keras dari klakson mobil yang ada dibelakang Tania membuatnya tersentak kaget, mobil mewah BMW i8 coupe berwarna hitam itu sepertinya ingin masuk kedalam rumah tante Yunita, seketika Tania bergerak untuk mengambil motornya untuk meminggirkannya. "Kita ketemu lagi bocah.." Tania langsung menoleh kesumber suara, diliriknya tajam menuju kearah kaca mobil yang dibuka itu dan mendapati Alvin yang tengah cengengesan melihati kearahnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD