“Pa-paman mau apa?” Mata Inul menggelepar panik, gugup dan risau. Alfonzo tersenyum sinis. “Bukannya kamu sudah siap dengan resikonya?” sindir Alfonzo. “Resiko apa?’ tanya Inul bingung. Dia terlihat begitu polos. Mendadak Alfonzo tersadarkan. Jangan-jangan Inul aslinya adalah hantu abg. Mungkin dia meninggal saat masih duduk di bangku sekolah SMP. “Lupakan saja!” dengkus Alfonzo. Dia bersiap menjauh saat Inul menariknya hingga rebah di samping gadis itu. “Inul hanya ingin tidur ditemani Paman. Inul takut tidur sendirian.” Mungkin dia ketakutan seusai menonton film horor. Itu kesimpulan Alfonzo. Ck! Seperti bayi saja. “Apa kamu ingin saya membacakan dongeng untuk pengantar tidurmu?” sindir Alfonzo. “Paman bisa?” Tanpa sadar dirinya tengah disindir, Inul justru bertanya dengan lugu.

