“Nul, b**o benar-benar datang!” desis Jero terkejut. “Buruan kamu menghilang! Cepat kabur!” Inul memutar bola matanya, malas. “Ndak usah kamu bilang kalau bisa sudah Inul lakukan, Jeeer! Kamu ndak ingat toh? Inul sekarang lagi di tubuh manusia. Bagaimana cara bisa menghilang begitu saja?” “Sembunyi!” perintah Jero. “Sembunyi dimana?” Inul mengamati sekitarnya. Tempat ini terlalu terbuka, tak ada tempat baginya untuk bersembunyi. Wajah Inul memucat. Di depannya muncul bayangan seram dengan tubuhnya yang semakin memanjang. Hantu yang paling ditakutinya telah datang! “Nul, sembunyi disini!” Untung di saat kritis muncul Poci, si pocong bentuk ubi cilembu. Dia membuka resleting kainnya lebar-lebar dari belakang kepala sampai kaki. Tepatnya di bagian belakang tubuhnya. Inul terng

