Pilihan Yang Sulit

1273 Words

Tatapan Rafael tidak beralih dari ruang gawat darurat. Ekpresinya menengang saat ini. Kenangan masa lalu menerawang di pikirannya saat itu dia masih muda dan baru menikah Fiona dan ayahnya meninggal. Semenjak itu, ibunya harus bekerja keras untuk mengelola perusahaan. Ibunya telah memikirkan masa depannya. Perusahaan ini diserahkan untuknya mengingat kedua adik-adiknya telah meninggal. Meskipun ibunya melakukan banyak salah pada istrinya tetapi dia berhutang pada ibunya. Fiona memandang ekpresi Rafael yang sedih. Dia mengulurkan tangannya untuk memeluknya. Dia berbisik, “Rafael, Mama akan segera pulih, oke?” Rafael menanggapi dengan lembut, tetapi matanya masih menatap ke pintu ruangan gawat darurat. Setelah beberapa saat, seorang perawat bergegas keluar "Bagaimana keadaan Mama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD