Pisah Rumah

1128 Words

Fiona mengerutkan bibirnya sebelum dia berkata dengan lembut, “Sayang, Mama dan Papa akan selalu menyayangi Elfi dan Kak Erdo, oke? Meskipun kami tidak tinggal bersama. Jika Elfi merindukan Papa di masa depan, Elfi bisa tinggal bersama Papa selama beberapa hari dan jika merindukan Mama, maka akan kembali untuk tinggal bersama Mama. Jadi jangan khawatir, oke?” Fiona membelai ramput gadis kecil itu saat dia menenangkannya. Kegelisan hati Elfi berangsur menghilang. “Oke.” Fiona menujukan senyumannya. “Sekarang, kita tidur ya.” Kedua bocah itu mengangguk patuh. Fiona menghela napas lega setelah melihat anak-anaknya tertidur. Malam itu mereka tidur bersama. Fiona akan menghadapi Rafael untuk mencegahnya mempengaruhi pikiran putrinya. Keesokan harinya, Rafael datang ke rumah untuk mengun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD