di sudut rumahnya, ada satu ruangan yg sangat terlarang untuk dia masuki. di rumahnya ada satu kamar khusus dimana kamar itu harus selalu terkunci, harus selalu gelap dan tidak ada seorangpun yg boleh masuk ke ruangan itu selain bapak atau ibunya.
setiap malam ganjil, "persembahan" harus selalu disiapkan. jika tidak, tanggung sendiri akibatnya.
jangankan pelaku yg memang merekalah penyebabnya, orang lain yg tidak tau apa-apa pun akan merasakan akibatnya, harus menerima hukuman yg sama dari iblis yg dipuja-puja olehnya.
awalnya, dia tidak tau dan tidak mau tau ritual apa yg dilakukan oleh kedua orang tuanya.
dia tidak tau ada apa di ruangan itu, dia tidak tau ada siapa di kamar itu dan ada apa saja disana.
yg pernah dia dengar hanyalah "persembahan" harus selalu disiapkan atau sesuatu yg buruk akan terjadi.
dari kecil, dia hanya tau bahwa ada satu kamar di rumahnya yg tidak pernah dia masuki. orang tuanya selalu marah jika dia ingin ikut masuk ke dalam kamar itu.
dia bilang kamar itu kamar iblis, karna setiap kali dia ingin tau dan mencoba untuk masuk. selalu saja ada sesuatu hal yg membuat dia ketakutan dan dia tidak pernah berani lagi ingin tau.
tapi, ketika orang yg di cintainya meninggal. di rumahnya semakin sering terjadi hal-hal aneh yg memaksa dia pergi dari rumah yg sangat dia cintai itu.
sebelum ayahnya "pergi", dia pernah bercerita bahwa pada suatu malam dia bermimpi buruk dengan apa yg akan menimpa dirinya dan keluarganya.
dia bilang "aku melihat ayahku pergi, aku melihat nenekku pergi, aku melihat mamaku pergi, aku melihat lelakiku pergi, tapi dia kembali membawa anak kecil yg selalu bersamaku. saat itu aku sendiri, oh bukan, aku tidak sendiri. aku berdua dengan anak kecil, anak kecil itu pergi. emm bukan, dia tidak pergi. aku yg pergi, kamu datang"
saat itu kita masih kecil, masih kelas 1 SMP, umurnya masih 12. mendengar ocehan itu, jelas gua ketawa. gua bilang "cuma mimpi" dia juga tertawa lalu bilang "eh iya ya hahaha"
dia melanjutkan ceritanya, dia bilang bahwa di rumahnya sering terjadi kejadian2 aneh. terlebih di kamar yg paling pojok itu. dia menyebutnya "kamar iblis"
dia bilang "pas gua lagi ngepel, gua denger ada suara seperti harimau. gua pikir itu bokap gua yg lagi tidur. gua pikir dia mendengkur karna kecapean kerja. gua tempel kuping gua di pintu, suaranya bikin gua merinding. pas gua mau buka pintu kamar itu eh bokap gua baru pulang kerja. bokap gua marah, bokap gua bilang kalo gua buka pintu itu berarti gua udah siap kehilangan dia"
saat itu gua masih kecil, gua bilang "cukup, cukup, cukup, lo bikin gua takut. gua takut kalo nanti gua ketemu bokap lo, ngeri di cakar hahaha"
kita berdua ketawa.
saat itu gua belum ngerti apa-apa, suatu hari nanti. gua harus kembali ke masa itu lagi untuk melihat apa yg sesungguhnya terjadi dan ada apa di ruangan yg dia bilang "kamar setan" itu.
di hari yg lain, dia pernah cerita ke gua kalo dia sering banget lihat bayangan hitam yg besar mondar-mandir di rumahnya. dia juga bilang, jika setiap malam tiba. sosok itu selalu ada di depan pintu kamar setan.
pada suatu hari, saat ayahnya sakit keras. ibunya menangis dan berkata "maaf, aku lupa menyiapkan persembahan. kamu jadi begini, maaf"
sebelum UN SMP, ayahnya pergi untuk selamanya. setelah pelulusan, dia dan ibunya pindah ke rumah neneknya.
di lain hari, seseorang yg deket sama gua bercerita kalo di rumah itu sering terjadi penampakan. warga sekitar udah ga aneh sama penampakan yg terjadi di rumah itu. jangankan malam, terkadang di siang hari pun suka ada penampakan.
pernah ada cerita kalo ada maling yg pernah masuk ke rumah itu. pagi nya, maling itu tidak bisa bergerak. maling itu diam seperti patung.
hari itu, malingnya cuma bilang "ampun, ampun, ampun" beberapa warga datang tapi tidak ada yg bisa memindahkan maling itu. maling itu jalan sendiri, warga pun mengikuti si maling itu. si maling jalan sendiri, dia jalan ke TPU, badannya bergerak sendiri. maling itu sudah banyak luka yg dia dapat dari masyarakat yg marah kepadanya.
saat di tanah pemakaman, maling itu mencakar-cakar tanah seperti menggali kuburannya sendiri.
salah satu orang pintar mendekatinya, mencoba untuk menyadarkannya. bukannya sadar, si maling itu mati di atas tanah yg dia gali sendiri.
ap yg sebenarnya terjadi?
ada kutukan apa di rumah itu?