setelah sampai ke UKS pak Rasya langsung membaringkan Reza di kasur yang ada di UKS Mutia pun langsung sigap mengambil beberapa minyak minyak yang bisa membantu menyadarkan Reza.
di sisi lain Jery yang melihat keringat pak Rasya bercucuran itu pun ber insiatif mengambil tisu yang ada di meja UKS dan langsung menyeka keringat pak Rasya. dia menyeka keringat bagian wajah dan leher pak Rasya membuat pak Rasya terpesona dengan ke indahan wajah Jery apalagi bibir Jery yang selalu glowing itu membuat pak Rasya makin terpanah.
Jery pun selesai menyeka keringat pak Rasya. namun pak Rasya terus menatap Jery dan membuat Jery bingung "pak..pak.. bapak kenapa pak" tanya Jery sambil melambaikan tangan nya depan wajah pak Rasya dan seketika pak Rasya langsung tersadar dan salah tingkah didepan Jery. ''oh oh gak papa jer. gimana Reza udah sadar? ayo kita liat" ucap pak Rasya dengan gaya canggung karna habis terpanah melihat wajah Jery yang sangat manis itu pada saat Jery menyeka kan keringat nya tadi.
mereka pun menghampiri Reza. dan disana terlihat Reza sudah sadar dan sedang memakan roti yang diberikan oleh Mutia. karna ternyata pingsan nya Reza ini disebabkan karna dia belum sarapan tadi pagi dirumah
Tapi bukanya berterimakasih pada teman temannya dia malah marah pada Mutia dan Jery "yaudah sana kalian semua aku mau sendiri di UKS" ucap Reza berteriak.
Mutia yang tak terima dibentak Reza itupun kembali marah kepada Reza
"heh Lo itu bersyukur udah kami bantu. bukanya malah marah marah dasar gak tau diri" ucap Mutia Dengan kemarahan dan langsung meninggalkan UKS tersebut.
melihat Mutia yang sedang panas itu Jery pun menyusul nya. namun ditahan oleh pak Rasya "udah jer biarin aja dulu dia sendiri sampai amarahnya hilang dulu" ucap pak Rasya kepada Jery. Jery pun meng iyakan apa kata pak Rasya lalu mereka berdua pun duduk bareng di kursi yang ada pada teras UKS tersebut sambil berbincang bincang.
tak terasa
setelah sampai ke UKS pak Rasya langsung membaringkan Reza di kasur yang ada di UKS Mutia pun langsung sigap mengambil beberapa minyak minyak yang bisa membantu menyadarkan Reza.
di sisi lain Jery yang melihat keringat pak Rasya bercucuran itu pun ber insiatif mengambil tisu yang ada di meja UKS dan langsung menyeka keringat pak Rasya. dia menyeka keringat bagian wajah dan leher pak Rasya membuat pak Rasya terpesona dengan ke indahan wajah Jery apalagi bibir Jery yang selalu glowing itu membuat pak Rasya makin terpanah.
Jery pun selesai menyeka keringat pak Rasya. namun pak Rasya terus menatap Jery dan membuat Jery bingung "pak..pak.. bapak kenapa pak" tanya Jery sambil melambaikan tangan nya depan wajah pak Rasya dan seketika pak Rasya langsung tersadar dan salah tingkah didepan Jery. ''oh oh gak papa jer. gimana Reza udah sadar? ayo kita liat" ucap pak Rasya dengan gaya canggung karna habis terpanah melihat wajah Jery yang sangat manis itu pada saat Jery menyeka kan keringat nya tadi.
mereka pun menghampiri Reza. dan disana terlihat Reza sudah sadar dan sedang memakan roti yang diberikan oleh Mutia. karna ternyata pingsan nya Reza ini disebabkan karna dia belum sarapan tadi pagi dirumah
Tapi bukanya berterimakasih pada teman temannya dia malah marah pada Mutia dan Jery "yaudah sana kalian semua aku mau sendiri di UKS" ucap Reza berteriak.
Mutia yang tak terima dibentak Reza itupun kembali marah kepada Reza
"heh Lo itu bersyukur udah kami bantu. bukanya malah marah marah dasar gak tau diri" ucap Mutia Dengan kemarahan dan langsung meninggalkan UKS tersebut.
melihat Mutia yang sedang panas itu Jery pun menyusul nya. namun ditahan oleh pak Rasya "udah jer biarin aja dulu dia sendiri sampai amarahnya hilang dulu" ucap pak Rasya kepada Jery. Jery pun meng iyakan apa kata pak Rasya. lalu mereka berdua pun duduk bareng di kursi yang ada pada teras UKS tersebut sambil berbincang bincang.
pada saat berbincang bincang dengan pak Rasya, tiba tiba pak Rasya mengeluarkan handphone nya dan meminta nomor Jery. membuat Jery shock dan berpikir untuk apa pak Rasya meminta nomornya. Jery pun mengeluarkan handphone nya juga dengan gugup dan bertanya pada pak Rasya
"emangnya bapak minta nomor saya untuk apa ya pak". ucap Jery pada pak Rasya. lalu pak Rasya menjawabnya
"yah untuk disimpan aja, siapa tau kan ada tugas dari bapak yang kamu kurang paham kamu bisa tanya bapak liat nomor ini" ucap pak Rasya pada Jery dengan lembut.
setelah selesai membicarakan itu akhirnya pun mereka sudah saling bertukar nomor telepon. Jery pun pergi dari tempat tersebut karna mau menghampiri Mutia. sementara pak Rasya masuk lagi kedalam UKS untuk melihat keadaan Reza. Namun sikap kepedulian pak Rasya pada Reza itu malah membuat Reza jadi jijik dengan pak Rasya. Reza malah membentak pak Rasya dan berkata "ngapain kesini! udah sana pergi gak usah sok baik Lo, guru magang baru juga" ucap Reza ketus pada pak Rasya. pak Reza yang memiliki hati yang penyabar itu pun hanya diam dan pergi dari UKS tersebut.
di satu sisi Jery pun menghampiri Mutia yang sedang duduk di bangku dalam kelasnya tersebut. dengan wajah Mutia yang masih sedikit merah seperti api membara karna perlakuan Reza yang tak sopan padanya tadi.
namun sebagai sahabat yang sangat solid Jery pun memenangkan kan dan membujuk Mutia. Untung saja Mutia itu orang nya gampang banget untuk dirayu jadi cepat untuk meluluhkan hatinya.
Jery pun membujuk Mutia Dengan mengajak nya untuk membeli kaset film BL kesukaan Mutia.
"yaudah mut, pulang sekolah kita ke tokoh CD gue traktir Lo beli kaset film film BL Lo itu" ucap Jery dengan nada merayu pada Mutia. lalu Mutia menjawab dengan raut wajah nya yang kembali ceria karna mendengar rayuan Jery itu
"serius Lo jer! emmmm thank you! yaudah nanti pulang sekolah jangan lupa ya." ucap Mutia pada Jery dan lalu memeluk Jery dengan penuh hangat. membuat Jery sedikit terharu.
karna menurut Jery Mutia bukan lah hanya sekedar sahabat biasa melainkan sahabat yang sudah sangat dekat seperti saudara nya sendiri.
waktu demi waktu pun berjalan. Jery dan Mutia pun bergegas menuju tokoh CD untuk membelikan beberapa kaset film BL kesukaan nya Mutia.
sesampainya disana Mutia langsung senang banget dia langsung memilih dan melihat lihat poster film film BL yang mau dipilihnya.