Diana memasuki rumahnya. Ia menenteng tas barunya dan juka sebuket bunga yang menurutnya itu salah alamat. Sella berada di ruang tengah, ia tengah sibuk melihat-lihat majalah Fashion terbaru. Ia mendongak mendengar suara langkah kaki Diana. Sella tersenyum jahil melihat putrinya itu. “Yang pulang-pulang bawa bunga, dari siapa tuh?” Tanya Sella menggoda Diana. Diana menjatuhkan dirinya di samping ibunya dan melempar bunga itu sembarangan. “Dari kurir.” Jawab Diana acuh. Sella mengernyitkan dahinya. “Kau di sukai oleh seorang kurir?” Tanya Sella tak percaya. “Mom ini sedang bicara apa sih? Aku memang mendapatkannya dari kurir. Dia salah alamat.” Kata Diana. “Salah alamat bagaimana?”

